Tampilkan postingan dengan label ..BAHAN SWITCHING... Tampilkan semua postingan
OpenBTS
21.12
INI adalh project Teknik Suitsing. (tau jadi ap nda)
Apa sih OpenBTS itu?
Apa sih OpenBTS itu?
OpenBTS adalah aplikasi BTS (Base Transceiver Station) yang berjalan pada platform linux dan merupakan perangkat lunak terbuka. OpenBTS menggunakan sebuah perangkat keras yang bernama USRP (Universal Software Radio Peripheral). Perangkat inilah yang menghubungkan openBTS dengan jaringan standar telepon selular (GSM). OpenBTS juga menggunakan perangkat lunak terbuka asterisk untuk menginterkoneksikan dengan jaringan telepon lainnya seperti PSTN (Public Switched Telephone Network) ataupun operator telekomunikasi lainnya dengan menggunakan VoIP (Voice over IP).
Riset ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama, namun karena biaya yang dibutuhkan cukup besar, sehingga teman-teman di AirPutih harus bersabar untuk bisa melakukan riset ini. Riset ini membutuhkan biaya pada kisaran angka 10-15 juta rupiah. Perangkat yang paling mahal adalah sebuah perangkat keras yang bernama USRP (Universal Software Radio Peripheral). Biaya ini kami dapatkan dari beberapa donasi lembaga dan perorangan pada saat terjadi bencana gempa & tsunami di Mentawai.
Rencananya setiap tahapan riset ini akan dipublikasikan di Make It Fossible, saat tulisan ini dibuat baru ada 3 tulisan di sana, pelan-pelan kami akan tambahkan beberapa tulisan di sana
. Selain di sana, beberapa tulisan dan oprekan OpenBTS bisa diintip di wiki milik kang Onno.
Terus buat apa OpenBTS ini?
Rencananya sih, kalau memungkinkan, teman-teman di AirPutih berkeinginan untuk menerapkan ini di wilayah bencana. karena dari pengamatan AirPutih, pada saat terjadi bencana (khususnya gempa bumi) sering sekali telekomunikasi suara (selular) tidak berfungsi dengan baik (kalo gak boleh dibilang mati). Hal ini bisa disebabkan tower/BTS yang rubuh, tidak adanya pasokan listrik atau juga karena gangguan telekomunikasi lainnya. Dan menurut kami, OpenBTS bisa jadi alternatif telekomunikasi darurat di wilayah bencana.
DETAIL NA NI >>: Make It Fossible
Oh iya, perkembangan ngopreknya sampai dengan saat ini adalah antar telpon selular sudah dapat terhubung di dalam internal network OpenBTS dan saat ini kami sedang usahakan untuk terhubung ke PSTN/GSM melalui operator VoIP yang sudah memiliki ijin ITKP (Internet Telephony untuk Keperluan Publik).
SUITSING AntiVirus (OpenSource)
23.30..Cape nulis lgie
karna sebelum na ud pernh postink ini ..Kawand namund mlah terhapus karna kecerobhand sendiri ..haduh
:nangis
..Sebenar na ini adlah Free OpenSource AntiVirus !
ane dpat ini informasi kata na pemilik asli SourceCode adlah Al-AntiVirus iank di bajak oleh ARTAV sperti itu menurut iank ane bca ..gan
So .. ane ingin share z .. ini Codink ud ane gnti" dkit si
Munkind ad iank berminat unk mengembangkand na .. Silahkand Download z
.TerimaKasih
karna sebelum na ud pernh postink ini ..Kawand namund mlah terhapus karna kecerobhand sendiri ..haduh
:nangis
..Sebenar na ini adlah Free OpenSource AntiVirus !
ane dpat ini informasi kata na pemilik asli SourceCode adlah Al-AntiVirus iank di bajak oleh ARTAV sperti itu menurut iank ane bca ..gan
So .. ane ingin share z .. ini Codink ud ane gnti" dkit si
Munkind ad iank berminat unk mengembangkand na .. Silahkand Download z
.TerimaKasih
Pengamanan Telfon iank Dirangkai Secara Paralel
16.47Pembicaraan anda dengan kekasih tiba tiba didengarkan orang lain pasti anda merasa terganggu. Bagaimana cara mengatasi masalah itu ? Buat saja rangkaian elektronik Auto Selector Telephone 2 Chanel dibawah ini.
::::::: Skema ;
Download :
::::::: Cara kerja ;
Pada saat pesawat pada kondisi tertutup (oh-hock) tegangan jala-jala sebesar 60 volt, tegangan tersebut masuk melalui input dan diteruskan oleh dioda 2 dan 3 yang dipasang forward. Sebagian tegangan masuk ke R1 dan R2, karena tegangan dari Diode Zener 24 volt, maka kaki gate terpicu dan menyebabkan kaki anoda dan katoda terhubung. Dan selanjutnya tegangan mengalir ke dioda 8 dan 9 yang dipasang forward dan selanjutnya tegangan dapat keluar di titik output sehingga kedua pesawat tetap bekerja apabila ada telepon yang masuk.
Pada waktu gagang telpon 1 diangkat (off-hock) tegangan jala-jala turun sekitar 5 volt DC. Hal ini disebabkan impedansi pesawat telpon yang besar sehingga block 1 yang menyuplai pesawat 1 akan terkunci on karena secara fungsi itu sendiri, selain untuk saklar juga bisa digunakan sebagai pengunci apabila tidak terjadi perubahan beban.
Sedangkan pada block lain karena tegangan kurang dari 24 volt maka dioda zener tidak bisa meneruskan tegangan dan kaki gate tidak bisa terpicu sehingga kaki anoda dan katoda SCR terputus. Dengan kata lain block ini sedang mengalami pemutusan saluran.
Maksudnya saat ada telpon masuk, kedua telpon berdering. Jika salah satu gagang diangkat maka pesawat yang lain akan putus atau tidak berfungsi. Biasanya rangkaian ini dipergunakan pada rumah bertingkat dengan tujuan menghindari penyadapan dan memudahkan kita untuk menerima pesan. Sehingga kerahasiaan tetap terjaga:-)
----------------------------------
Komponen ;
D1,2,3,4,5,6,7,8 = IN 4007
DZ1 - DZ2 = DZ 24 V
LED1, LED2 = Merah, Hijau
R1, R2 = 10 K
R3, R4 = 100 Ohm
C1, C2 = 47 UF / 50 V
SCR1, SCR 2 = 2P4M
----------------------------------
Free 4 all :) || 1$ = Rp 0,-
16.32
Satelit komunikasi telah menunjukkan kemampuannya sejak tiga dasa warsa yang lalu. Masih segar ingatan kita, bahwa misi satelit komunikasi dalam tahun 60-an adalah sebagai alternatif transmisi dari titik ke titik antar kontinen, karena kemampuannya melihat kira-kira sepertiga permukaan bumi dari tempat ketinggian orbit geostasioner tepat di atas katulistiwa. Komunikasi internasional menjadi ajang yang subur bagi sistem ini. Satu dasa warsa sesudah itu, ditunjang oleh kemajuan teknologi antena dan HPA, sistem ini mempunyai cakupan pensil yang lebih kecil, yang memungkinkan stasiun bumi dengan diameter sekitar 10 meter, berkomunikasi satu dengan lainnya.
Bangsa kita wajib berbangga karena founding fathers kita dengan sangat bijaksana memutuskan Palapa A sebagai infrastruktur tulang punggung telekomunikasi, di samping sistem terestrial, pada Agustus 1976. Tradisi ini masih berlanjut sampai hari ini, dan terbukti bahwa sistem komsat (komunikasi satelit) domestik kita merupakan salah satu yang armada stasiun bumi ukuran sedangnya terbanyak dengan jumlah transponder 37 buah. Teknologi komsat terus berkembang, di mana pada tahun 80-an tumbuh VSAT, atau Very Small Aperture Terminal, stasiun bumi dengan diameter kurang dari 2,5 meter. Hal ini disebabkan karena kematangan teknologi antena dan semakin besarnya kemampuan daya satelit. Alur perkembangan ini semakin berlanjut: pada tahun-tahun 90-an ini akan segera muncul stasiun bumi sebesar terminal cordless atau sering disebut teknologi handheld atau telepon genggam.
Kini, di akhir tahun 90-an ini perkembangan satelit komunikasi sangat fenomenal, tak terkecuali di daerah Asia Pacific. Bukan hanya negara-negara di kawasan ini seakan berlomba memiliki komsat, juga perusahaan-perusahaan swasta maupun konsorsium yang bersifat internasional merencanakan bisnis lewat komsat. Dari data yang dapat diperoleh, di kawasan ini, telah terdaftar komsat-komsat seperti terlihat pada Tabel 1.
Tabel 1
Name of Satellites
Organization
Information to Convey
Other
1. Skysat
Skysat Hongkong
data and telephony
-
2. Dacom
Dacom Korea
tv-b,c, telephony data
band X
3. Indostar
-
dbs
band S
4. Superbird
Japan
-
band X
5. Gorizon-raduga
Russia/India
-
band X
6. Skynet
-
-
band X
7. ACes
PSN
mobile
band S/L
8. APMT
Singapora
mobile
band S/L
9. LAOSTAR
Laos
dbs
band Ku
10. Measat
Malaysia
-
-
11. Singasat
Singapore
-
-
12. Palapa C
Indonesia
FSS
C, Ku, extended C
13. Thaicom
Thailand
FSS
C, Ku
14. PCG
Hongkong/Singapore
FSS
C, Ku, X, Ka
15. Mabuhay
Philippines
-
band C and Ku
Satelit yang terdaftar itu digunakan untuk berbagai keperluan seperti untuk siaran TV, komunikasi suara, data dan gambar, serta untuk komunikasi bergerak. PCG, misalnya menawarkan suatu 0ne-stop VSAT network service bagi perusahaan-perusahaan multinasional yang mempunyai kantor tersebar di beberapa negara di Asia. Namun dari pelbagai penggunaan satelit itu ada persamaannya, yaitu ada kecenderungan untuk menggunakan spektrum frekuensi yang bukan lagi di dominasi oleh pita C, tetapi di luarnya. Pita X, yang selama ini tidak pernah atau jarang diimplementasikan, tiba-tiba menjadi bermunculan. Demikian pula halnya daerah terusan C, sudah mulai diminati oleh pelbagai proposant. Tentunya daerah yang empuk untuk teknologi handheld untuk sistem komunikasi bergerak, juga menjadi sasaran dari pelbagai perencana komsat. Akhir-akhir ini bahkan daerah pita Ka, yaitu antara 20-30 Ghz menjadi incaran perencana komsat yang secara spetakuler jumlahnya relatif banyak.
Konsep NII, atau Prasarana Informasi Nasional, didefinisikan sebagai jaringan komunikasi gabungan dari berbagai media transmisi seperti satelit, serat optik, kabel tembaga, kabel koaksial, radio, untuk membawa berbagai macam informasi. Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, harus mempersiapkan juga jaringan NII dalam mempersiapkan era informasi tersebut, dengan cakupan yang menyeluruh dalam batas-batas yuridiksi suatu negara tersebut. Pada tahapan ini, peran satelit menjadi sangat efektif bagi pemecahan masalah prasarana telekomunikasi di negara berkembang. Di samping cakupan yang luas untuk melingkupi seluruh negeri, transponder satelit itu bisa bersifat transparan, untuk melewatkan berbagai protokol yang dilewatkannya. Bahkan perkembangan satelit semakin menuju kepada onboard processing dan/atau switching di satelit, dengan kemampuan total digital; hal tersebut semakin memungkinkan kombinasi jaringan yang mulus terhadap sistem jaringan terestrial yang ada.
Teknologi VSAT tersebut telah membuktikan sebagai suatu sarana jaringan yang cepat penggelarannya bagi keperluan jaringan data, jaringan suara, untuk menghubungkan ribuan titik simpul yang tersebar di seluruh wilayah. Kini teknologi VSAT mengarah kepada terminal jaringan terpadu, dan jaringan multimedia. Dengan demikian, VSAT akan ditantang untuk melewatkan trafik yang bersifat hybrid, yang terdiri atas kombinasi berbagai macam trafik yang sifatnya amat berbeda satu dengan lain. VSAT kini sedang dikembangkan untuk dapat berfungsi sebagai terminal ATM, yang nampaknya akan tepat untuk aplikasi multimedia. Teknologi kunci yang memungkinkan VSAT untuk komunikasi terpadu ialah a.l. teknik kompressi, alokasi dinamis, alokasi kanal, dan pengaktifan suara. Multiplexing secara statistik nampak sebagai teknologi yang optimal diterapkan dalam keperluan akses ganda (multi access), dikaitkan dengan alokasi kanal dinamis. Studi simulasi menunjukkan bahwa Protokol SREJ Aloha tepat digunakan untuk mengatasi pesan-pesan singkat yang cukup sering, dikombinasikan dengan keperluan pengiriman file yang panjag secara periodik. Namun, dalam menjawab keperluan sistem VSAT bagi trafik yang tinggi dinamikanya seperti multimedia, penelitian dan pengembangan masih diperlukan di antaranya untuk mencari protokol yang tepat yang memungkinkan jaringan VSAT dapat memberikan keterhubungan penuh dalam bidang multimedia. Dengan kata lain, dalam tahapan sekarang ini, VSAT telah dapat memberikan solusi jaringan terpadu dengan dinamika/kecepatan informasi relatif rendah, dan ini dapat merupakan suatu titik tolak bagi negara berkembang untuk mengembangkan NII-nya. Penggelaran jaringan NII dengan pita lebar melalui teknologi VSAT masih merupakan subyek riset di masa datang.
Uraian tersebut di atas merupakan ulasan singkat bahwasanya komsat dapat memberikan alternatif prasarana komunikasi yang cepat, meyeluruh, dan mampu melewatkan berbagai kebutuhan penyaluran informasi, jauh lebih cepat dibandingkan penggelaran kabel atau sistem terestrial lainnya. Pertanyaannya bagi perancang sistem komsat, bagaimanakah kiranya arsitektur yang dapat dikembangkan secara sistematis, bagi sistem satelit yang tepat dalam harga terjangkau, yang memungkinkan negara-negara berkembang semakin dapat memanfaatkan sistem komsat dalam memenuhi kebutuhan NII-nya. Untuk hal tersebut, berikut ini kami sampaikan suatu telaah berdasarkan observasi perkembangan teknologi komsat, dan usulan untuk pengembangan selanjutnya.
Biaya jaringan satelit agar terjangkau oleh para pengguna, mengandung makna dua hal. Pertama, ialah harga terminal/stasiun bumi. Kedua, ialah biaya sambungan per menit. Bila yang pertama tergantung kepada ukuran antena serta besarnya daya pancar stasiun bumi, maka elemen kedua ini sangat tergantung kepada kapasitas yang dapat diberikan oleh satelit. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara rekayasa sbb:
1.
Mengurangi biaya dan masa perangkat keras yang ada, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi di bidang tersebut.
2.
Memperbaiki efisiensi penggunaan sistem; hal yang biasa berlaku adalah rekayasa penggunaan sumberdaya satelit berdasarkan beban trafik puncak, padahal ini berarti bahwa penggunaan sumberdaya sekitar 15%. Perbaikan penggunaan ini bisa diperbaiki dengan arsitektur yang fleksibel, misalnya dengan antena yang dapat diatur-atur kembali cakupannya, atau dengan menggunakan teknologi On Board Processing.
3.
Meningkatkan efisiensi dengan memperkecil jumlah bit-bit tambahan (overhead). Hal ini sulit, karena tendensinya bahwa terminal dan jaringan akan semakin cerdas, jadi akan lebih banyak bit-bit kontrol dan signalling yang akan dimasukkan ke dalam trafik komunikasi.
4.
Kapasitas transmisi dapat ditingkatkan untuk dapat mengurangi biaya komsat. Pengurangan biaya dapat secara dratis turun 90%, bila kapasitas satelit dapat dinaikkan 10 kali.
5.
Peralatan pemakai (stasiun bumi) dapat dikurangi dengan penggunaan antena yang kecil atau omni directional. Caranya ialah dengan menggunakan daya pancar satelit (EIRP) yang besar, atau penggunaan satelit dengan orbit rendah atau menengah (LEO atau MEO), sehingga rugi lintasannya menjadi berkurang.
Arsitektur sistem satelit yang baru seyogyanya menuju kepada pengguna antena satelit dengan pancaran pensil tajam yang dapat berubah arah dengan kecepatan data tinggi, atau antena pancaran pensil tajam dengan arah tetap dengan kecepatan data rendah atau medium. Penggunaan pita frekuensi Ka memungkinkan hal tersebut. Di samping itu, satelit harus memiliki G/T yang tinggi untuk memungkinkan daya pancar yang rendah dari stasiun bumi.
Atas dasar prinsip rekayasa komsat tersebut di atas, berbagai kecenderungan penerapan sistem komsat moderen dapat kita amati sbb:
1.
Penggunaan satelit GEO (geostasioner) lebih menarik untuk daerah cakupan yang kontinu dan luas, dan hanya membutuhkan satelit dengan jumlah lebih sedikit.
2.
Satelit harus ditingkatkan dayanya untuk meningkatkan kapasitas, yang juga dapat menekan biaya stasiun bumi; untuk ini satelit harus lebih besar untuk dapat menopang antena ukuran besar dan catu daya lebih tinggi.
3.
Konstelasi satelit-stelit yang lebih kecil sedang diajukan secara global dengan orbit rendah (LEO) atau menengah (MEO).
4.
Porsi masa Payload semakin meningkat sehubungan dengan kemajuan riset di bidang bahan-bahan serta rekayasa komponen-komponen.
5.
Satelit semakin tinggi dayanya; Satelit DBS kini mempunyai daya 8 kW, dan yang sedang direncanakan berdaya 15 kW; kombinasi antara daya tinggi dengan kompresi digital memungkinkan sebuah DBS memiliki kapasitas yang tinggi (sekitar 100 kanal) sehingga cukup ekonomis.
6.
Ukuran antena semakin besar, batasnya tinggal ukuran muatan maksimum dari kendaran peluncur.
7.
Prosessor semakin tinggi kecepatan, dan semakin kecil dimensi serta harganya. Ini mengakibatkan pengaturan otomatis dari stasiun bumi, pengaturan jaringan otomatis, dan pengolahan sinyal di satelit : penyandian, kompresi, pembetukan pensil, dan switching. Semua efek ini akan mengurangi biaya dan memungkinkan pelayanan-pelayanan baru.
8.
Jaringan akan menggunakan kecepatan yang lebih tinggi (ATM/BISDN). Karenanya satelit juga akan semakin menerapkan penggunaan switching di satelit, dalam rangka meningkatkan keterhubungan dengan jaringan terestrial yang ada. Iridium sedang membangun MSS dengan switching di satelit, sedangkan Spaceway dan Cyberstar merencanakan OBP untuk sistem FSS.
9.
Terminal semakin kecil dan murah (VSAT), bahkan menuju kepada handset untuk MSS kecepatan rendah (Contoh: Globalstar, Iridium, Odyssey, Inmarsat P, ECCO).
Sementara itu kecenderungan teknologi komsat sangat diwarnai oleh penemuan-penemuan teknologi terestrial maupun antariksa. Dapat kita amati hal-hal sbb:
1.
Fokus rekayasa antena kini terpusat kepada antena aktif, seperti Direct Radiating Phased Array dengan komponen aktif seperti phase shifter, power divider, amplifieer dan LNA). Rekayasa semacam itu akan memudahkan integrasi dan test serta fleksibel dalam operasionalisasinya.
2.
Penguat daya semakin meningkat kapasitas maupun efisiensinya, bahkan semakin dikembangkan untuk frekuensi-frekuensi semakin tinggi (dari pita C ke pita Ku dan ke pita Ka, bahkan pada pita 60 Ghz untuk ISL). Efisiensi HPA juga naik secara dramatik, contohnya TWTA kini melebihi 60%. Efisiensi MMIC juga membaik, tapi masih tetap 50% di bawah TWTA. Hal ini sangat menghambat perkembangan antena aktif.
3.
Teknologi OBP untuk satelit agak terlambat perkembangannya, disebabkan kebutuhan masa dan dayanya masih cukup besar. ACTS dan Milstar telah mengawali rekayasa semacam ini, disusul sistem-sistem komersial seperti Iridium, Spaceway dan Teledesic. Ke tiga sistem terakhir ini menggunakan teknologi OBP dalam demodulasi, switching digital dan re-demodulasi.
4.
Terminal semakin kecil ukurannya, terutama karena EIRP dan G/T satelit semakin besar. Dengan semakin kuatnya dan murahnya prosesor, terminal semakin otomatis, sehingga biaya O&M nya semakin murah.
5.
Rekayasa pemantapan desain (packaging) dan aspek manufakturabilitas menjadi hal yang semakin penting untuk menekan biaya sistem satelit konstelasi (seperti Iridium 66+11 satelit, Teledesic 840 satelit).
Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa dalam hal menekan biaya komsat maka ada beberapa area teknologi yang harus dikembangkan. Kita mulai dengan urgen, dan berangsur-angsur menuju ke yang kategori penting.
Unsur-unsur teknologi yang harus dikembangkan di masa datang adalah sbb :
*
Standar dan protokol yang satellite friendly yang memungkinkan keterhubungan secara mulus dengan jaringan terestrial baik yang dengan kawat atau nirkawat.
*
Sistem arsitektur jaringan hybrid antara terestrial dan satelit.
*
Teknologi antena aktif untuk satelit, stasiun gerbang, serta terminal.
*
Terminal yang kompak, transportabel.
*
Penggunaan EIRP dan G/T yang lebih tinggi, untuk mengurangi ukuran terminal. Ini bisa dicapai dengan penggunaan antena yang lebih besar, pita frekuensi yang lebih tinggi, serta penguat daya yang lebih tinggi.
*
Sistem catu daya yang efisien.
*
Kendaraan peluncur dengan bisa lebih rendah dan keandalan yang tinggi.
Konklusi
--------
Perancang komsat harus selalu mencari solusi teknologi yang memungkinkan biaya penerapan sistem menjadi terjangkau. Berbagai kecenderungan teknologi yang muncul dalam bidang telekomunikasi, baik terestrial maupun antariksa, dapat dijadikan panduan ke arah itu. Nampaknya NII bagi negara-negara berkembang dapat dipercepat realisasinya dengan komsat, dengan catatan harus dicari solusi sehingga biaya terminal dan biaya sambungan terjangkau.
Terminal harus semakin kecil dalam ukuran dan daya pancar, dan satelit harus semakin besar kapasitasnya. Sebagai gambaran, terminal sekecil handset, apalagi yang dikembangkan dari handset selular, merupakan kandidat yang baik untuk dikembangkan lebih lanjut. Salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas satelit ialah penggunaan antena pensil ganda pada frekuensi tinggi semacam Ku maupun Ka; hal ini bisa dikombinasikan dengan menggunakan teknologi penggandaan statistik seperti ATM, sehingga efisiensi sumberdaya satelit meningkat. Lagipula, teknologi ATM sesuai untuk lingkungan digital secara menyeluruh, sehingga keberadaan satelit bisa mempercepat keterhubungan terminal dengan jaringan ATM nasional. Untuk solusi transitoire, dapat diimplementasikan teknologi komsat tipe bent-pipe tetapi dengan daya pancar yang lebih tinggi dengan mengeksploitasi frekuensi-frekuensi yang masih sepi penggunaannya, seperti terusan C, band X dsb.
*****Note: Dr. Ir. Arifin Nugroho adalah Kepala Unit Pengadaan Satelit PT TELKOM
Read On
0
Respect
Satelit komunikasi telah menunjukkan kemampuannya sejak tiga dasa warsa yang lalu. Masih segar ingatan kita, bahwa misi satelit komunikasi dalam tahun 60-an adalah sebagai alternatif transmisi dari titik ke titik antar kontinen, karena kemampuannya melihat kira-kira sepertiga permukaan bumi dari tempat ketinggian orbit geostasioner tepat di atas katulistiwa. Komunikasi internasional menjadi ajang yang subur bagi sistem ini. Satu dasa warsa sesudah itu, ditunjang oleh kemajuan teknologi antena dan HPA, sistem ini mempunyai cakupan pensil yang lebih kecil, yang memungkinkan stasiun bumi dengan diameter sekitar 10 meter, berkomunikasi satu dengan lainnya.
Bangsa kita wajib berbangga karena founding fathers kita dengan sangat bijaksana memutuskan Palapa A sebagai infrastruktur tulang punggung telekomunikasi, di samping sistem terestrial, pada Agustus 1976. Tradisi ini masih berlanjut sampai hari ini, dan terbukti bahwa sistem komsat (komunikasi satelit) domestik kita merupakan salah satu yang armada stasiun bumi ukuran sedangnya terbanyak dengan jumlah transponder 37 buah. Teknologi komsat terus berkembang, di mana pada tahun 80-an tumbuh VSAT, atau Very Small Aperture Terminal, stasiun bumi dengan diameter kurang dari 2,5 meter. Hal ini disebabkan karena kematangan teknologi antena dan semakin besarnya kemampuan daya satelit. Alur perkembangan ini semakin berlanjut: pada tahun-tahun 90-an ini akan segera muncul stasiun bumi sebesar terminal cordless atau sering disebut teknologi handheld atau telepon genggam.
Kini, di akhir tahun 90-an ini perkembangan satelit komunikasi sangat fenomenal, tak terkecuali di daerah Asia Pacific. Bukan hanya negara-negara di kawasan ini seakan berlomba memiliki komsat, juga perusahaan-perusahaan swasta maupun konsorsium yang bersifat internasional merencanakan bisnis lewat komsat. Dari data yang dapat diperoleh, di kawasan ini, telah terdaftar komsat-komsat seperti terlihat pada Tabel 1.
Tabel 1
Name of Satellites
Organization
Information to Convey
Other
1. Skysat
Skysat Hongkong
data and telephony
-
2. Dacom
Dacom Korea
tv-b,c, telephony data
band X
3. Indostar
-
dbs
band S
4. Superbird
Japan
-
band X
5. Gorizon-raduga
Russia/India
-
band X
6. Skynet
-
-
band X
7. ACes
PSN
mobile
band S/L
8. APMT
Singapora
mobile
band S/L
9. LAOSTAR
Laos
dbs
band Ku
10. Measat
Malaysia
-
-
11. Singasat
Singapore
-
-
12. Palapa C
Indonesia
FSS
C, Ku, extended C
13. Thaicom
Thailand
FSS
C, Ku
14. PCG
Hongkong/Singapore
FSS
C, Ku, X, Ka
15. Mabuhay
Philippines
-
band C and Ku
Satelit yang terdaftar itu digunakan untuk berbagai keperluan seperti untuk siaran TV, komunikasi suara, data dan gambar, serta untuk komunikasi bergerak. PCG, misalnya menawarkan suatu 0ne-stop VSAT network service bagi perusahaan-perusahaan multinasional yang mempunyai kantor tersebar di beberapa negara di Asia. Namun dari pelbagai penggunaan satelit itu ada persamaannya, yaitu ada kecenderungan untuk menggunakan spektrum frekuensi yang bukan lagi di dominasi oleh pita C, tetapi di luarnya. Pita X, yang selama ini tidak pernah atau jarang diimplementasikan, tiba-tiba menjadi bermunculan. Demikian pula halnya daerah terusan C, sudah mulai diminati oleh pelbagai proposant. Tentunya daerah yang empuk untuk teknologi handheld untuk sistem komunikasi bergerak, juga menjadi sasaran dari pelbagai perencana komsat. Akhir-akhir ini bahkan daerah pita Ka, yaitu antara 20-30 Ghz menjadi incaran perencana komsat yang secara spetakuler jumlahnya relatif banyak.
Konsep NII, atau Prasarana Informasi Nasional, didefinisikan sebagai jaringan komunikasi gabungan dari berbagai media transmisi seperti satelit, serat optik, kabel tembaga, kabel koaksial, radio, untuk membawa berbagai macam informasi. Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, harus mempersiapkan juga jaringan NII dalam mempersiapkan era informasi tersebut, dengan cakupan yang menyeluruh dalam batas-batas yuridiksi suatu negara tersebut. Pada tahapan ini, peran satelit menjadi sangat efektif bagi pemecahan masalah prasarana telekomunikasi di negara berkembang. Di samping cakupan yang luas untuk melingkupi seluruh negeri, transponder satelit itu bisa bersifat transparan, untuk melewatkan berbagai protokol yang dilewatkannya. Bahkan perkembangan satelit semakin menuju kepada onboard processing dan/atau switching di satelit, dengan kemampuan total digital; hal tersebut semakin memungkinkan kombinasi jaringan yang mulus terhadap sistem jaringan terestrial yang ada.
Teknologi VSAT tersebut telah membuktikan sebagai suatu sarana jaringan yang cepat penggelarannya bagi keperluan jaringan data, jaringan suara, untuk menghubungkan ribuan titik simpul yang tersebar di seluruh wilayah. Kini teknologi VSAT mengarah kepada terminal jaringan terpadu, dan jaringan multimedia. Dengan demikian, VSAT akan ditantang untuk melewatkan trafik yang bersifat hybrid, yang terdiri atas kombinasi berbagai macam trafik yang sifatnya amat berbeda satu dengan lain. VSAT kini sedang dikembangkan untuk dapat berfungsi sebagai terminal ATM, yang nampaknya akan tepat untuk aplikasi multimedia. Teknologi kunci yang memungkinkan VSAT untuk komunikasi terpadu ialah a.l. teknik kompressi, alokasi dinamis, alokasi kanal, dan pengaktifan suara. Multiplexing secara statistik nampak sebagai teknologi yang optimal diterapkan dalam keperluan akses ganda (multi access), dikaitkan dengan alokasi kanal dinamis. Studi simulasi menunjukkan bahwa Protokol SREJ Aloha tepat digunakan untuk mengatasi pesan-pesan singkat yang cukup sering, dikombinasikan dengan keperluan pengiriman file yang panjag secara periodik. Namun, dalam menjawab keperluan sistem VSAT bagi trafik yang tinggi dinamikanya seperti multimedia, penelitian dan pengembangan masih diperlukan di antaranya untuk mencari protokol yang tepat yang memungkinkan jaringan VSAT dapat memberikan keterhubungan penuh dalam bidang multimedia. Dengan kata lain, dalam tahapan sekarang ini, VSAT telah dapat memberikan solusi jaringan terpadu dengan dinamika/kecepatan informasi relatif rendah, dan ini dapat merupakan suatu titik tolak bagi negara berkembang untuk mengembangkan NII-nya. Penggelaran jaringan NII dengan pita lebar melalui teknologi VSAT masih merupakan subyek riset di masa datang.
Uraian tersebut di atas merupakan ulasan singkat bahwasanya komsat dapat memberikan alternatif prasarana komunikasi yang cepat, meyeluruh, dan mampu melewatkan berbagai kebutuhan penyaluran informasi, jauh lebih cepat dibandingkan penggelaran kabel atau sistem terestrial lainnya. Pertanyaannya bagi perancang sistem komsat, bagaimanakah kiranya arsitektur yang dapat dikembangkan secara sistematis, bagi sistem satelit yang tepat dalam harga terjangkau, yang memungkinkan negara-negara berkembang semakin dapat memanfaatkan sistem komsat dalam memenuhi kebutuhan NII-nya. Untuk hal tersebut, berikut ini kami sampaikan suatu telaah berdasarkan observasi perkembangan teknologi komsat, dan usulan untuk pengembangan selanjutnya.
Biaya jaringan satelit agar terjangkau oleh para pengguna, mengandung makna dua hal. Pertama, ialah harga terminal/stasiun bumi. Kedua, ialah biaya sambungan per menit. Bila yang pertama tergantung kepada ukuran antena serta besarnya daya pancar stasiun bumi, maka elemen kedua ini sangat tergantung kepada kapasitas yang dapat diberikan oleh satelit. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara rekayasa sbb:
1.
Mengurangi biaya dan masa perangkat keras yang ada, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi di bidang tersebut.
2.
Memperbaiki efisiensi penggunaan sistem; hal yang biasa berlaku adalah rekayasa penggunaan sumberdaya satelit berdasarkan beban trafik puncak, padahal ini berarti bahwa penggunaan sumberdaya sekitar 15%. Perbaikan penggunaan ini bisa diperbaiki dengan arsitektur yang fleksibel, misalnya dengan antena yang dapat diatur-atur kembali cakupannya, atau dengan menggunakan teknologi On Board Processing.
3.
Meningkatkan efisiensi dengan memperkecil jumlah bit-bit tambahan (overhead). Hal ini sulit, karena tendensinya bahwa terminal dan jaringan akan semakin cerdas, jadi akan lebih banyak bit-bit kontrol dan signalling yang akan dimasukkan ke dalam trafik komunikasi.
4.
Kapasitas transmisi dapat ditingkatkan untuk dapat mengurangi biaya komsat. Pengurangan biaya dapat secara dratis turun 90%, bila kapasitas satelit dapat dinaikkan 10 kali.
5.
Peralatan pemakai (stasiun bumi) dapat dikurangi dengan penggunaan antena yang kecil atau omni directional. Caranya ialah dengan menggunakan daya pancar satelit (EIRP) yang besar, atau penggunaan satelit dengan orbit rendah atau menengah (LEO atau MEO), sehingga rugi lintasannya menjadi berkurang.
Arsitektur sistem satelit yang baru seyogyanya menuju kepada pengguna antena satelit dengan pancaran pensil tajam yang dapat berubah arah dengan kecepatan data tinggi, atau antena pancaran pensil tajam dengan arah tetap dengan kecepatan data rendah atau medium. Penggunaan pita frekuensi Ka memungkinkan hal tersebut. Di samping itu, satelit harus memiliki G/T yang tinggi untuk memungkinkan daya pancar yang rendah dari stasiun bumi.
Atas dasar prinsip rekayasa komsat tersebut di atas, berbagai kecenderungan penerapan sistem komsat moderen dapat kita amati sbb:
1.
Penggunaan satelit GEO (geostasioner) lebih menarik untuk daerah cakupan yang kontinu dan luas, dan hanya membutuhkan satelit dengan jumlah lebih sedikit.
2.
Satelit harus ditingkatkan dayanya untuk meningkatkan kapasitas, yang juga dapat menekan biaya stasiun bumi; untuk ini satelit harus lebih besar untuk dapat menopang antena ukuran besar dan catu daya lebih tinggi.
3.
Konstelasi satelit-stelit yang lebih kecil sedang diajukan secara global dengan orbit rendah (LEO) atau menengah (MEO).
4.
Porsi masa Payload semakin meningkat sehubungan dengan kemajuan riset di bidang bahan-bahan serta rekayasa komponen-komponen.
5.
Satelit semakin tinggi dayanya; Satelit DBS kini mempunyai daya 8 kW, dan yang sedang direncanakan berdaya 15 kW; kombinasi antara daya tinggi dengan kompresi digital memungkinkan sebuah DBS memiliki kapasitas yang tinggi (sekitar 100 kanal) sehingga cukup ekonomis.
6.
Ukuran antena semakin besar, batasnya tinggal ukuran muatan maksimum dari kendaran peluncur.
7.
Prosessor semakin tinggi kecepatan, dan semakin kecil dimensi serta harganya. Ini mengakibatkan pengaturan otomatis dari stasiun bumi, pengaturan jaringan otomatis, dan pengolahan sinyal di satelit : penyandian, kompresi, pembetukan pensil, dan switching. Semua efek ini akan mengurangi biaya dan memungkinkan pelayanan-pelayanan baru.
8.
Jaringan akan menggunakan kecepatan yang lebih tinggi (ATM/BISDN). Karenanya satelit juga akan semakin menerapkan penggunaan switching di satelit, dalam rangka meningkatkan keterhubungan dengan jaringan terestrial yang ada. Iridium sedang membangun MSS dengan switching di satelit, sedangkan Spaceway dan Cyberstar merencanakan OBP untuk sistem FSS.
9.
Terminal semakin kecil dan murah (VSAT), bahkan menuju kepada handset untuk MSS kecepatan rendah (Contoh: Globalstar, Iridium, Odyssey, Inmarsat P, ECCO).
Sementara itu kecenderungan teknologi komsat sangat diwarnai oleh penemuan-penemuan teknologi terestrial maupun antariksa. Dapat kita amati hal-hal sbb:
1.
Fokus rekayasa antena kini terpusat kepada antena aktif, seperti Direct Radiating Phased Array dengan komponen aktif seperti phase shifter, power divider, amplifieer dan LNA). Rekayasa semacam itu akan memudahkan integrasi dan test serta fleksibel dalam operasionalisasinya.
2.
Penguat daya semakin meningkat kapasitas maupun efisiensinya, bahkan semakin dikembangkan untuk frekuensi-frekuensi semakin tinggi (dari pita C ke pita Ku dan ke pita Ka, bahkan pada pita 60 Ghz untuk ISL). Efisiensi HPA juga naik secara dramatik, contohnya TWTA kini melebihi 60%. Efisiensi MMIC juga membaik, tapi masih tetap 50% di bawah TWTA. Hal ini sangat menghambat perkembangan antena aktif.
3.
Teknologi OBP untuk satelit agak terlambat perkembangannya, disebabkan kebutuhan masa dan dayanya masih cukup besar. ACTS dan Milstar telah mengawali rekayasa semacam ini, disusul sistem-sistem komersial seperti Iridium, Spaceway dan Teledesic. Ke tiga sistem terakhir ini menggunakan teknologi OBP dalam demodulasi, switching digital dan re-demodulasi.
4.
Terminal semakin kecil ukurannya, terutama karena EIRP dan G/T satelit semakin besar. Dengan semakin kuatnya dan murahnya prosesor, terminal semakin otomatis, sehingga biaya O&M nya semakin murah.
5.
Rekayasa pemantapan desain (packaging) dan aspek manufakturabilitas menjadi hal yang semakin penting untuk menekan biaya sistem satelit konstelasi (seperti Iridium 66+11 satelit, Teledesic 840 satelit).
Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa dalam hal menekan biaya komsat maka ada beberapa area teknologi yang harus dikembangkan. Kita mulai dengan urgen, dan berangsur-angsur menuju ke yang kategori penting.
Unsur-unsur teknologi yang harus dikembangkan di masa datang adalah sbb :
*
Standar dan protokol yang satellite friendly yang memungkinkan keterhubungan secara mulus dengan jaringan terestrial baik yang dengan kawat atau nirkawat.
*
Sistem arsitektur jaringan hybrid antara terestrial dan satelit.
*
Teknologi antena aktif untuk satelit, stasiun gerbang, serta terminal.
*
Terminal yang kompak, transportabel.
*
Penggunaan EIRP dan G/T yang lebih tinggi, untuk mengurangi ukuran terminal. Ini bisa dicapai dengan penggunaan antena yang lebih besar, pita frekuensi yang lebih tinggi, serta penguat daya yang lebih tinggi.
*
Sistem catu daya yang efisien.
*
Kendaraan peluncur dengan bisa lebih rendah dan keandalan yang tinggi.
Konklusi
--------
Perancang komsat harus selalu mencari solusi teknologi yang memungkinkan biaya penerapan sistem menjadi terjangkau. Berbagai kecenderungan teknologi yang muncul dalam bidang telekomunikasi, baik terestrial maupun antariksa, dapat dijadikan panduan ke arah itu. Nampaknya NII bagi negara-negara berkembang dapat dipercepat realisasinya dengan komsat, dengan catatan harus dicari solusi sehingga biaya terminal dan biaya sambungan terjangkau.
Terminal harus semakin kecil dalam ukuran dan daya pancar, dan satelit harus semakin besar kapasitasnya. Sebagai gambaran, terminal sekecil handset, apalagi yang dikembangkan dari handset selular, merupakan kandidat yang baik untuk dikembangkan lebih lanjut. Salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas satelit ialah penggunaan antena pensil ganda pada frekuensi tinggi semacam Ku maupun Ka; hal ini bisa dikombinasikan dengan menggunakan teknologi penggandaan statistik seperti ATM, sehingga efisiensi sumberdaya satelit meningkat. Lagipula, teknologi ATM sesuai untuk lingkungan digital secara menyeluruh, sehingga keberadaan satelit bisa mempercepat keterhubungan terminal dengan jaringan ATM nasional. Untuk solusi transitoire, dapat diimplementasikan teknologi komsat tipe bent-pipe tetapi dengan daya pancar yang lebih tinggi dengan mengeksploitasi frekuensi-frekuensi yang masih sepi penggunaannya, seperti terusan C, band X dsb.
*****Note: Dr. Ir. Arifin Nugroho adalah Kepala Unit Pengadaan Satelit PT TELKOM
STSD GSM
22.44
Sistem Telepon Selular Digital GSM
Satu tahun terakhir ini, pertelekomunikasian di Indonesia dimarakkan oleh hadirnya telepon genggam atau selular digital GSM (Global System for Mobile communications.)
Sebelum GSM, di Indonesia telah ada 2 jenis telepon selular analog, yaitu AMPS (Advances Mobile Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Jenis telepon selular digital lainnya yang akan segera dioperasikan di Indonesia adalah DAMPS (Digital AMPS).
Tulisan ini mengupas latar belakang, teknologi dan perkembangan GSM. STKB selular sistem analog yang beroperasi di Eropa bersifat sangat regional, di mana masing-masing negara mengoperasikan sistem yang berbeda dan tidak kompatibel satu dengan yang lain. Di Jerman dan Portugal beroperasi sistem C-NET yang dikembangkan oleh Siemens, di Perancis beroperasi sistem RC-2000, di Belandan dan negara Skandinavia beroperasi sistem NMT yang dikembangkan Ericson, sedangkan di Inggris Raya beroperasi sistem TACS. Masing-masing sistem dikembangkan dengan teknologi yang berbeda, sehingga tidak ada kompatibilitas satu dengan yang lain. Akibatnya setiap sistem hanya dapat dioperasikan di wilayah negara yang tertentu. Kondisi ini sangat tidak menunjang kegiatan mobilitas masyarakat negara Eropa yang sering berada di negara lain, baik untuk tujuan bisnis maupun wisata. Ditambah lagi dengan rencana terbentuknya European Community, kondisi tersebut sama sekali tidak dapat dipertahankan. Pengembangan masing-masing sistem analog yang beroperasi hanya nasional disebabkan adanya orientasi interest yang berbeda bagi masing-masing pengelola, yakni PTT. Akibatnya, pemasaran terbatas hanya satu negara dan tidak dapat mendapatkan jumlah pelanggan yang cukup besar. Tetap diperlukan dukungan infrastruktur yang lengkap dan mahal, sehingga konsekuensinya adalah timbulnya harga jual yang mahal serta biaya pemakaian yang cukup tinggi. Oleh sebab itu pemakai selular terbatas hanya mereka yang benar-benar mampu dan memerlukan, bukan sebagai sarana telekomunikasi yang mencapai segenap lapisan masyarakat. Atas dasar pemikiran tersebut dan tanpa menguntungkan salah satu sistem yang telah beroperasi serta untuk menciptakan sistem yang jauh lebih baik dari yang sudah ada, maka Perancis (France Telecom) dan Jerman (Bundespost) sepakat untuk memelopori munculnya teknologi digital selular yang kemudian dikenal dengan nama GSM, dengan didukung oleh industri telekomunikasi di kedua negara tersebut. Melalui pengkajian yang sangat mendalam, akhirnya ETSI (European Telecommunication Standard Institute) dapat menerima GSM sebagai standar Eropa. Pada pertengahan tahun 1991, jaringan GSM muncul untuk pertama kalinya, dimana salah satu pelopornya adalah Deutsche Bundespost melalui anak perusahaannya Detecom siap untuk mengoperasikan GSM pada 1 Juli 1991, yang dikenal dengan nama D1 Network. Diperkirakan dengan munculnya standarisasi GSM, sistem lain yang beroperasi di Eropa perlahan-lahan hilang. Ini berarti hilangnya sebagian besar pasar sistem non GSM. Hal tersebut mempengaruhi minat industri untuk mengembangkan teknologi sistem lama yang ada (CNET, RC 2000, NMT, TACS). Pengembangan GSM Dalam konferensi WARC (World Administrative Radio Conference) tahun 1979, ditetapkan bahwa frekwensi 860 Mhz - 960 Mhz dialokasikan untuk komunikasi selular di kemudian hari. Dengan penetapan ini berarti band frekuensi selebar 2 x 25 Mhz khusus disiapkan untuk sistem selular digital. Tahun 1982, dengan dipelopori oleh Jerman dan Perancis, maka CEPT (Conference Europeance d'Administration de Post et Telecommunication) menetapkan GSM sebagai standar digital selular untuk Eropa. Dan tahun 1985, Jerman, Perancis, Itali dan Inggris bersatu untuk mengembangkan standarisasi GSM. Tahun 1987 di tanda tangani Memorandum of Understanding pemakaian GSM oleh 14 negara Eropa. Target pembangunan GSM : • Tahun 1991 adalah permulaan pengoperasian jaringan GSM • Tahun 1993 meliputi semua kota besar • Tahun 1995 mencapai semua jalan raya antar kota. Di dalam kenyataannya, banyak terjadi hambatan dalam penerapan GSM, sehingga target operasional GSM tidak terpenuhi. Walaupun semua infrastruktur telah siap sejak pertengahan 1991, namun realisasi pengoperasian secara komersil baru dapat dimulai kuartal terakhir 1992. Situasi ini menunjukkan bahwa GSM merupakan teknologi yang sangat kompleks dan memerlukan pengkajian cukup lama untuk mencapai kesepakatan standar. Disamping itu GSM menjadi ajang perebutan pengaruh dan kompetisi baik dari masing-masing operator di tiap negara, maupun industri telekomunikasi yang memproduksi GSM. Keuntungan bisnis yang besar akan diperoleh pihak yang berhasil memasukkan usulan standarnya. Tidak heran apabila standar type approval untuk hand phone baru dapat disepakati pada September 1992, karena harus mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi sistem GSM. Walaupun standarisasi GSM baru saja terselesaikan dan pengoperasiannya baru saja dimulai, bahkan belum merata ke seluruh Eropa, namun dengan mengantisipasi perkembangan GSM yang sangat pesat serta tingkat kepadatan pelayanan per area yang tinggi, maka arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS 1800, yakni Digital Celular System pada alokasi frekwensi 1.800 MHz. Dengan frekwensi tersebut, akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Di samping itu, dengan luas sel yang semakin kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar hand phone, sehingga bahaya radiasi yang timbul terhadap organ kepala, sebagaimana dikhawatirkan pada akhir-akhir ini, akan dapat dieliminasi. ISDN : Jaringan Telekomunikasi Digital Pelayanan Terpadu Perkembangan teknologi telekomunikasi terasa semakin cepat, terutama dengan pesatnya kemajuan teknologi komputer dan informatika. Saluran telepon, yang awalnya hanya untuk komunikasi suara, sekarang sudah banyak dimanfaatkan juga untuk komunikasi data, teks dan gambar atau grafik. Apalagi dengan munculnya jaringan komputer global yang disebut Internet, perkawinan antara teknologi informasi dan telekomunikasi ini akan menjadikan dunia berada di genggaman Anda. Bagaimana dengan jaringan telepon untuk itu? Bayangkan, bila saat ini Anda memegang sebuah Laptop, kemudian dengan perantara telepon selular Anda masuk ke jaringan Internet, maka Anda sudah dapat melanglang buana. Anda berkomunikasi dengan kolega yang berada di lain benua, lewat sura, teks, data, citra dan bahkan video. Namun, hal itu tidak akan terlaksana dengan baik bila jaringan telepon yang ada masih kurang mendukung terutama kecepatannya atau banyaknya data yang dapat disalurkan per satuan waktu. Untuk itulah, Indonesia dalam waktu dekat akan mengoperasikan Jaringan Digital Pelayanan Terpadu (JDPT) atau lebih dikenal dengan istilah aslinya sebagai Integrated Services Digital Network (ISDN). Banyak keuntungan yang diperoleh bila komunikasi telepon, faksimil, teks, video, transmisi data, gambar dan jaringan komputer menggunakan layanan ISDN ini. Di antaranya adalah kecepatannya yang dapat mencapau 144 Kbps (Kilobit per second) atau bahkan hingga 2 Mbps (Megabit per second). ISDN dapat digambarkan sebagai jaringan telekomunikasi melalui perombakan jaringan telepon, yang dapat melayani aplikasi suara maupun non suara seperti data, teks, citra, dan video pada satu jaringan yang sama. Teknologi jaringan ini diprakarsai oleh H. Shimada pada suatu pertemuan CCITT tahun 1971. Kemudian, aplikasi ISDN segera terwujud setelah CCITT merekomendasikan standar Red Book (1985) dan standar Blue Book (1988) dalam wujud Narrow Band (N-ISDN). ISDN dikembangkan dari jaringan telepon dengan mengusahakan agar tidak melakukan perubahan secara mendasar pada sentral telepon yang sudah ada. Sebab saat ini pada dasarnya jaringan telepon yang telah tersebar secara luas di dunia sudah menggunakan teknik digital pada bagian transmisi dan switching-nya. Jika kita ikuti berita selama satu setengah dasawarsa terakhir, Indonesia telah secara gencar meluaskan jaringan dan mengganti seluruh sentral telepon analog ( telepon 0ntel) menjadi sentral telepon digital (Sentral Telepon Digital Indonesia, STDI). Perluasan jaringan memproyeksikan pemasangan sebesar 5 juta satuan sambungan (SST) pada akhir PELITA VI. Sampai saat ini telah dilaksanakan kerja sama dengan mitra asing untuk pembangunan pertelekomunikasian di Indoensia. Tercatat perusahaan telekomunikasi Jepang, NEC dalam pembangunan STDI II (NEAX-61) dan AT & T (5ESS). Di samping adanya upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan , secara langsung maupun tidak langsung, ini merupakan upaya yang bagus untuk memperlancar evolusi ke arah JDPT. STDI menjadi JDPT Pengembangan STDI dengan kemampuan JDPT menganut beberapa pokok pikiran. Seperti, aplikasi tidak boleh mempengaruhi aplikasi non-ISDN yang sudah ada. Perubahan dari sentral non-ISDN menjdai sentral ISDN hanya bersifat tambahan (add-on). Pelanggan ISDN dan non-ISDN harus dapat ditangani dalam jaringan yang sama. Dengan kemajuan teknologi ISDN, jaringan STDI harus dapat menyesuaikan secara ekonomis. STDI dapat berfungsi sebagai sentral lokal, interlokal, maupun internasional , bahkan dapat dipakai sebagai sentral lokal, interlokal, maupun internasional, bahkan dapat dipakai sebagai sentral mobile maupun dibentuk sebagai kontainer untuk dapat memenuhi permintaan beberapa feature yang menarik, seperti yang ditawarkan Telkom sebagai hotline, pemutaran nomor sandi, pengalihan nomor telepon, pemanggilan langsung, penerimaan ganda, dan fungsi-fungsi otomatisasi lainnya. Aplikasi STDI ditata dengan struktur hardware berupa sentral yang terdiri atas subsistem-subsistem DLU (Digital Line Unit), LTG (Line Trunk Grup), SN (Switching Network), CCNC (Common Cannel Network Controller), CP (Coordination Processor). (Lihat Gambar A, dimana bagian yang ber-raster dianggap mula-mula belum ada). Pada Gambar A terlihat bahwa STDI melakukan pengendalian proces secarra terdistribusi. Pensinyalan dan pemanggilan proses (call processing) dilakukan oleh prosedur di LTG. Sedangkan untuk operasi, pemeliharaan, dan database dilakukan oleh CP. Unit LTG dan CP ini bekerja sama dalam pengaturan komunikasi melalui Switching Network (SN). Sementara itu untuk melaksanakan pensinyalan antar sentral, khususnya lapisan 1, 2 dan 3 dari protokol OSI (Open System Interconnection) dilakukan oleh CCNC. Untuk lapisan 4 (seperi telephone user part, atau ISDN user part) dilakukan oleh LTG. DLU adalah unit konsentrator yang paling dekat dengan pelanggan. Alat ini menghubungkan sentral dengan pelanggan melalui LTG dibawa oleh sebuah atau dua primary digital carriers. Konversi sinyal analog dilakukan pada sisi ini guna mendukung kompatibilitas dengan pesawat telepon model lama. Modul konvensi yanag dipasang pada unit DLU ini disebut SLMA (Subscriber Line Module Analog). Konsep ISDN adalah menyediakan jaringan digital antar pelanggan end-to-end (dari ujung ke ujung). Gambar B menjelaskan beda antara jaringan telepon yang sudah digital dengan jaringan ISDN, yang mana keseluruhan proses untuk komunikasi ISDN telah digital. Sedangkan pada jaringan telepon digital, terdapat bagian analog pada sisi pelanggan. Dengan menambahkan sebuah konverter dari analog ke digital (A/D) dan dari digital ke analog ke digital (D/A) peralatan analog yang dimiliki pelanggan dapat berkomunikasi melalui sentral digital, dengan cara digitalisasi pada bagian pelanggan ini maka STDI berkembang ke arah JDPT. Untuk mengubah STDI menjadi JDPT masih perlu ditambahkan beberapa modul dan sistem pensinyalan yang mendukung. Untuk pensinyalan antar sentral telepon ditentukan pensinyalan yang disebut Common Cannel Signalling (CCS) System No.7. Dengan digitalisasi dan model pensinyalan yang baru, maka siaplah diimplementasikan konsep ISDN ini.
Tulisan ini mengupas latar belakang, teknologi dan perkembangan GSM. STKB selular sistem analog yang beroperasi di Eropa bersifat sangat regional, di mana masing-masing negara mengoperasikan sistem yang berbeda dan tidak kompatibel satu dengan yang lain. Di Jerman dan Portugal beroperasi sistem C-NET yang dikembangkan oleh Siemens, di Perancis beroperasi sistem RC-2000, di Belandan dan negara Skandinavia beroperasi sistem NMT yang dikembangkan Ericson, sedangkan di Inggris Raya beroperasi sistem TACS. Masing-masing sistem dikembangkan dengan teknologi yang berbeda, sehingga tidak ada kompatibilitas satu dengan yang lain. Akibatnya setiap sistem hanya dapat dioperasikan di wilayah negara yang tertentu. Kondisi ini sangat tidak menunjang kegiatan mobilitas masyarakat negara Eropa yang sering berada di negara lain, baik untuk tujuan bisnis maupun wisata. Ditambah lagi dengan rencana terbentuknya European Community, kondisi tersebut sama sekali tidak dapat dipertahankan. Pengembangan masing-masing sistem analog yang beroperasi hanya nasional disebabkan adanya orientasi interest yang berbeda bagi masing-masing pengelola, yakni PTT. Akibatnya, pemasaran terbatas hanya satu negara dan tidak dapat mendapatkan jumlah pelanggan yang cukup besar. Tetap diperlukan dukungan infrastruktur yang lengkap dan mahal, sehingga konsekuensinya adalah timbulnya harga jual yang mahal serta biaya pemakaian yang cukup tinggi. Oleh sebab itu pemakai selular terbatas hanya mereka yang benar-benar mampu dan memerlukan, bukan sebagai sarana telekomunikasi yang mencapai segenap lapisan masyarakat. Atas dasar pemikiran tersebut dan tanpa menguntungkan salah satu sistem yang telah beroperasi serta untuk menciptakan sistem yang jauh lebih baik dari yang sudah ada, maka Perancis (France Telecom) dan Jerman (Bundespost) sepakat untuk memelopori munculnya teknologi digital selular yang kemudian dikenal dengan nama GSM, dengan didukung oleh industri telekomunikasi di kedua negara tersebut. Melalui pengkajian yang sangat mendalam, akhirnya ETSI (European Telecommunication Standard Institute) dapat menerima GSM sebagai standar Eropa. Pada pertengahan tahun 1991, jaringan GSM muncul untuk pertama kalinya, dimana salah satu pelopornya adalah Deutsche Bundespost melalui anak perusahaannya Detecom siap untuk mengoperasikan GSM pada 1 Juli 1991, yang dikenal dengan nama D1 Network. Diperkirakan dengan munculnya standarisasi GSM, sistem lain yang beroperasi di Eropa perlahan-lahan hilang. Ini berarti hilangnya sebagian besar pasar sistem non GSM. Hal tersebut mempengaruhi minat industri untuk mengembangkan teknologi sistem lama yang ada (CNET, RC 2000, NMT, TACS). Pengembangan GSM Dalam konferensi WARC (World Administrative Radio Conference) tahun 1979, ditetapkan bahwa frekwensi 860 Mhz - 960 Mhz dialokasikan untuk komunikasi selular di kemudian hari. Dengan penetapan ini berarti band frekuensi selebar 2 x 25 Mhz khusus disiapkan untuk sistem selular digital. Tahun 1982, dengan dipelopori oleh Jerman dan Perancis, maka CEPT (Conference Europeance d'Administration de Post et Telecommunication) menetapkan GSM sebagai standar digital selular untuk Eropa. Dan tahun 1985, Jerman, Perancis, Itali dan Inggris bersatu untuk mengembangkan standarisasi GSM. Tahun 1987 di tanda tangani Memorandum of Understanding pemakaian GSM oleh 14 negara Eropa. Target pembangunan GSM : • Tahun 1991 adalah permulaan pengoperasian jaringan GSM • Tahun 1993 meliputi semua kota besar • Tahun 1995 mencapai semua jalan raya antar kota. Di dalam kenyataannya, banyak terjadi hambatan dalam penerapan GSM, sehingga target operasional GSM tidak terpenuhi. Walaupun semua infrastruktur telah siap sejak pertengahan 1991, namun realisasi pengoperasian secara komersil baru dapat dimulai kuartal terakhir 1992. Situasi ini menunjukkan bahwa GSM merupakan teknologi yang sangat kompleks dan memerlukan pengkajian cukup lama untuk mencapai kesepakatan standar. Disamping itu GSM menjadi ajang perebutan pengaruh dan kompetisi baik dari masing-masing operator di tiap negara, maupun industri telekomunikasi yang memproduksi GSM. Keuntungan bisnis yang besar akan diperoleh pihak yang berhasil memasukkan usulan standarnya. Tidak heran apabila standar type approval untuk hand phone baru dapat disepakati pada September 1992, karena harus mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi sistem GSM. Walaupun standarisasi GSM baru saja terselesaikan dan pengoperasiannya baru saja dimulai, bahkan belum merata ke seluruh Eropa, namun dengan mengantisipasi perkembangan GSM yang sangat pesat serta tingkat kepadatan pelayanan per area yang tinggi, maka arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS 1800, yakni Digital Celular System pada alokasi frekwensi 1.800 MHz. Dengan frekwensi tersebut, akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Di samping itu, dengan luas sel yang semakin kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar hand phone, sehingga bahaya radiasi yang timbul terhadap organ kepala, sebagaimana dikhawatirkan pada akhir-akhir ini, akan dapat dieliminasi. ISDN : Jaringan Telekomunikasi Digital Pelayanan Terpadu Perkembangan teknologi telekomunikasi terasa semakin cepat, terutama dengan pesatnya kemajuan teknologi komputer dan informatika. Saluran telepon, yang awalnya hanya untuk komunikasi suara, sekarang sudah banyak dimanfaatkan juga untuk komunikasi data, teks dan gambar atau grafik. Apalagi dengan munculnya jaringan komputer global yang disebut Internet, perkawinan antara teknologi informasi dan telekomunikasi ini akan menjadikan dunia berada di genggaman Anda. Bagaimana dengan jaringan telepon untuk itu? Bayangkan, bila saat ini Anda memegang sebuah Laptop, kemudian dengan perantara telepon selular Anda masuk ke jaringan Internet, maka Anda sudah dapat melanglang buana. Anda berkomunikasi dengan kolega yang berada di lain benua, lewat sura, teks, data, citra dan bahkan video. Namun, hal itu tidak akan terlaksana dengan baik bila jaringan telepon yang ada masih kurang mendukung terutama kecepatannya atau banyaknya data yang dapat disalurkan per satuan waktu. Untuk itulah, Indonesia dalam waktu dekat akan mengoperasikan Jaringan Digital Pelayanan Terpadu (JDPT) atau lebih dikenal dengan istilah aslinya sebagai Integrated Services Digital Network (ISDN). Banyak keuntungan yang diperoleh bila komunikasi telepon, faksimil, teks, video, transmisi data, gambar dan jaringan komputer menggunakan layanan ISDN ini. Di antaranya adalah kecepatannya yang dapat mencapau 144 Kbps (Kilobit per second) atau bahkan hingga 2 Mbps (Megabit per second). ISDN dapat digambarkan sebagai jaringan telekomunikasi melalui perombakan jaringan telepon, yang dapat melayani aplikasi suara maupun non suara seperti data, teks, citra, dan video pada satu jaringan yang sama. Teknologi jaringan ini diprakarsai oleh H. Shimada pada suatu pertemuan CCITT tahun 1971. Kemudian, aplikasi ISDN segera terwujud setelah CCITT merekomendasikan standar Red Book (1985) dan standar Blue Book (1988) dalam wujud Narrow Band (N-ISDN). ISDN dikembangkan dari jaringan telepon dengan mengusahakan agar tidak melakukan perubahan secara mendasar pada sentral telepon yang sudah ada. Sebab saat ini pada dasarnya jaringan telepon yang telah tersebar secara luas di dunia sudah menggunakan teknik digital pada bagian transmisi dan switching-nya. Jika kita ikuti berita selama satu setengah dasawarsa terakhir, Indonesia telah secara gencar meluaskan jaringan dan mengganti seluruh sentral telepon analog ( telepon 0ntel) menjadi sentral telepon digital (Sentral Telepon Digital Indonesia, STDI). Perluasan jaringan memproyeksikan pemasangan sebesar 5 juta satuan sambungan (SST) pada akhir PELITA VI. Sampai saat ini telah dilaksanakan kerja sama dengan mitra asing untuk pembangunan pertelekomunikasian di Indoensia. Tercatat perusahaan telekomunikasi Jepang, NEC dalam pembangunan STDI II (NEAX-61) dan AT & T (5ESS). Di samping adanya upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan , secara langsung maupun tidak langsung, ini merupakan upaya yang bagus untuk memperlancar evolusi ke arah JDPT. STDI menjadi JDPT Pengembangan STDI dengan kemampuan JDPT menganut beberapa pokok pikiran. Seperti, aplikasi tidak boleh mempengaruhi aplikasi non-ISDN yang sudah ada. Perubahan dari sentral non-ISDN menjdai sentral ISDN hanya bersifat tambahan (add-on). Pelanggan ISDN dan non-ISDN harus dapat ditangani dalam jaringan yang sama. Dengan kemajuan teknologi ISDN, jaringan STDI harus dapat menyesuaikan secara ekonomis. STDI dapat berfungsi sebagai sentral lokal, interlokal, maupun internasional , bahkan dapat dipakai sebagai sentral lokal, interlokal, maupun internasional, bahkan dapat dipakai sebagai sentral mobile maupun dibentuk sebagai kontainer untuk dapat memenuhi permintaan beberapa feature yang menarik, seperti yang ditawarkan Telkom sebagai hotline, pemutaran nomor sandi, pengalihan nomor telepon, pemanggilan langsung, penerimaan ganda, dan fungsi-fungsi otomatisasi lainnya. Aplikasi STDI ditata dengan struktur hardware berupa sentral yang terdiri atas subsistem-subsistem DLU (Digital Line Unit), LTG (Line Trunk Grup), SN (Switching Network), CCNC (Common Cannel Network Controller), CP (Coordination Processor). (Lihat Gambar A, dimana bagian yang ber-raster dianggap mula-mula belum ada). Pada Gambar A terlihat bahwa STDI melakukan pengendalian proces secarra terdistribusi. Pensinyalan dan pemanggilan proses (call processing) dilakukan oleh prosedur di LTG. Sedangkan untuk operasi, pemeliharaan, dan database dilakukan oleh CP. Unit LTG dan CP ini bekerja sama dalam pengaturan komunikasi melalui Switching Network (SN). Sementara itu untuk melaksanakan pensinyalan antar sentral, khususnya lapisan 1, 2 dan 3 dari protokol OSI (Open System Interconnection) dilakukan oleh CCNC. Untuk lapisan 4 (seperi telephone user part, atau ISDN user part) dilakukan oleh LTG. DLU adalah unit konsentrator yang paling dekat dengan pelanggan. Alat ini menghubungkan sentral dengan pelanggan melalui LTG dibawa oleh sebuah atau dua primary digital carriers. Konversi sinyal analog dilakukan pada sisi ini guna mendukung kompatibilitas dengan pesawat telepon model lama. Modul konvensi yanag dipasang pada unit DLU ini disebut SLMA (Subscriber Line Module Analog). Konsep ISDN adalah menyediakan jaringan digital antar pelanggan end-to-end (dari ujung ke ujung). Gambar B menjelaskan beda antara jaringan telepon yang sudah digital dengan jaringan ISDN, yang mana keseluruhan proses untuk komunikasi ISDN telah digital. Sedangkan pada jaringan telepon digital, terdapat bagian analog pada sisi pelanggan. Dengan menambahkan sebuah konverter dari analog ke digital (A/D) dan dari digital ke analog ke digital (D/A) peralatan analog yang dimiliki pelanggan dapat berkomunikasi melalui sentral digital, dengan cara digitalisasi pada bagian pelanggan ini maka STDI berkembang ke arah JDPT. Untuk mengubah STDI menjadi JDPT masih perlu ditambahkan beberapa modul dan sistem pensinyalan yang mendukung. Untuk pensinyalan antar sentral telepon ditentukan pensinyalan yang disebut Common Cannel Signalling (CCS) System No.7. Dengan digitalisasi dan model pensinyalan yang baru, maka siaplah diimplementasikan konsep ISDN ini.
SENTRAL 5ESS beralih
19.08
SENTRAL 5ESS beralih
Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Itu 5ESS Switch adalah Kelas 5 telepon sistem switching elektronik dijual Alcatel-Lucent. Ini digital kantor pusat telepon circuit switching Sistem ini digunakan
oleh banyak telekomunikasi penyedia layanan.
Sejarah
The 5ESS Kelas 5 Switch pertama kali muncul di Seneca, Illinois (815 Kode Area) Pada tahun 1982, dan
perlahan-lahan menggantikan 1ESS beralih dan sistem
elektromekanis dan analog pada 1980-an dan 1990-an. Yang 5ESS juga digunakan
sebagai Class 4 sentral telepon atau sebagai campuran Kelas 4 / 5 di pasar terlalu
kecil untuk 4ESS beralih. Sekitar separuh dari seluruh US pertukaran telepon dilayani oleh 5ESS switch. Yang 5ESS juga diekspor internasional,
dan diproduksi luar AS bawah lisensi.
Lucent Technologies (sekarang bagian dari Alcatel-Lucent) Sebelumnya AT & T
Network Systems pembagian AT & T, Yang pada gilirannya
sebelumnya dikenal sebagai Western Electric. Para 5ESS datang pasar
sebagai Western Electric 5ESS, dan paling baru dipasarkan bawah Alcatel-Lucent
nama.
Arsitektur
5ESS memiliki tiga jenis utama Modul: AM
adalah Administrasi Modul, Yang berisi komputer pusat. CM adalah Modul
komunikasi, Yang merupakan pusat dibagi waktu beralih dari sistem. SM
adalah Modul switching yang dalam banyak pertukaran adalah mayoritas
peralatan. SM melakukan multiplexing, analog / digital coding, dan pekerjaan
lain untuk berinteraksi dengan dunia luar. Masing-masing memiliki controller,
sebuah komputer kecil yang CPU dan kenangan, seperti peralatan paling umum dari pertukaran, yang
digandakan untuk redundansi.
5ESS berjalan pada sebuah Time-Space-Time (TST) topologi. The
Time-Slot-Interchangers (TSI) dalam Modul Switching (SM) menetapkan setiap
panggilan telepon ke sebuah slot waktu untuk routing melalui CM.
Sistem terdistribusi mengurangi beban pada Modul Administrasi Pusat (AM)
atau komputer utama. PM adalah prosesor dual mini bingkai utama komputer dari AT & T 3B seri, berlari UNIX-RTR. PM berisi hard drive
dan tape drive yang digunakan untuk memuat dan cadangan pusat dan perifer
prosesor perangkat lunak dan terjemahan. Disk drive pada awalnya beberapa
megabyte SMD 300 unit multiplatter frame yang terpisah. Sekarang mereka terdiri
dari beberapa berlebihan multi-gigabyte SCSI drive yang masing-masing berada pada
sebuah kartu. Tape drive awalnya setengah inci
reel terbuka di 6.250 bit per inci, yang diganti pada awal 1990-an dengan 4 mm Digital Audio Tape kaset.Power untuk semua sirkuit didistribusikan
sebagai-48VDC dan dikonversi ke logika atau telepon tegangan yang diperlukan
oleh DC ke DC converter pada setiap rak dari rangkaian kemasan.
Switching Module (SM)
Setiap SM menangani beberapa ratus hingga beberapa ribu saluran telepon atau beberapa ratus batang atau campuran
daripadanya. Masing-masing memiliki prosesor, Yang melakukan sebagian besar proses penanganan panggilan, Menggunakan mereka sendiri memori papan. Awalnya prosesor
perifer itu harus Intel 8086, Tetapi mereka terbukti tidak memadai dan sistem telah diperkenalkan
dengan Motorola 68000 seri prosesor. Nama kabinet bahwa rumah-rumah peralatan ini telah diubah
pada waktu yang sama dari Interface Modul ke Modul Switching.
T-carrier rentang yang dihentikan, satu atau dua per kartu, di Digital Trunk Line
Unit (DLTU) yang memusatkan DS0 saluran ke TSI. Besar DS3 sinyal dapat juga memiliki sinyal DS0 mereka beralih di Unit Jaringan
Digital SONET (DNUS) unit, tanpa
demultiplexing mereka ke DS1. SMS telah Dual Link
Interface (Hukum) kartu untuk menghubungkan mereka dengan serat optik multimode ke Modul Komunikasi untuk waktu dibagi beralih ke SMS
lain. Panggilan di antara garis dan batang SM tertentu tidak perlu melalui CM,
dan SM yang terletak jauh dapat bertindak sebagai didistribusikan switching, Diberikan dari pusat PM. Setiap SM
memiliki dua Modul Controller / Time Slot Interchange (MCTSI) sirkuit untuk
redundansi.
Berbeda Nortel's DMS-100 individu yang
menggunakan kartu baris dengan codec, Sebagian besar berada
pada garis dua tahap analog pembagian ruang
Concentrators atau Line Unit, Yang menghubungkan sebanyak 512 baris yang
diperlukan, ke 8 Kartu Channels yang masing-masing berisi 8 codec, dan
untuk layanan tingkat tinggi sirkuit untuk nada dan pengujian. Kedua tahap
konsentrasi tersebut tersedia pada papan kotak yang sama. Setiap grid papan
melayani 32 baris, 16 A link dan 32 B link. Terbatasnya ketersediaan menghemat uang dengan
tidak sempurna matrixes diisi. The Line Unit dapat memiliki hingga 16 grid
papan menghubungkan ke saluran B papan dengan berbagi link, tetapi di
kantor-kantor dengan garis yang lebih berat lalu lintas untuk jumlah yang lebih
rendah grid dilengkapi papan.
Sejak Line Unit menangani tegangan tinggi dan arus jalur analog, kartu
mereka gagal pada tingkat yang lebih tinggi daripada orang yang hanya menangani
komputer tegangan. Beberapa baris, terutama ISDN atau PBX yang, dilayani oleh
masing-masing kartu baris dalam sebuah Terpadu Subscriber Line Unit.
Upaya pengembangan 5ESS mencapai 5.000 karyawan, memproduksi 100 juta baris
kode, dengan 100 juta baris header dan makefiles. Evolusi sistem terjadi
lebih dari 20 tahun, sementara tiga rilis sering sedang dikembangkan secara
simultan (masing-masing mengambil sekitar 3 tahun untuk mengembangkan).
Sebuah versi 5ESS-2000, diperkenalkan pada 1990-an, meningkatkan kapasitas
SM, dengan lebih perangkat modul dan lebih optik link per SM ke CM (lihat di
bawah).
Administrasi Module (PM)
Administratif Module (PM) dari Switch 5ESS dibangun di 3B21D platform dan digunakan untuk memuat
perangkat lunak bagi banyak mikroprosesor seluruh saklar dan untuk menyediakan
fungsi-fungsi kontrol kecepatan tinggi yang diperlukan oleh PM. Pesan dan
menyediakan antarmuka untuk mengendalikan terminal. Para PM dari 5ESS terdiri
dari 3B20x atau 3B21D unit prosesor, termasuk I / O, disk, dan tape drive unit.
Setelah 3B21D telah dimuat perangkat lunak ke 5ESS dan saklar diaktifkan,
packet switching berlangsung tanpa tindakan lebih lanjut oleh 3B21D. Karena
prosesor cermin fungsinya, kegagalan dari satu sisi prosesor tidak akan
mengakibatkan hilangnya switching.
Komunikasi Module (CM)
Komunikasi yang aneh Modul bernama membentuk pusat saklar waktu pertukaran.
CMS dibagi waktu melakukan switching dan disediakan secara berpasangan; setiap
modul (kabinet) milik Kantor Network dan Timing Complex (ONTC) 0 atau 1,
kira-kira yang sesuai dengan berganti pesawat desain lainnya. Setiap SM
memiliki empat serat optik link, dua terhubung ke CM milik ONTC 0 dan dua ONTC
1. Masing-masing link optik terdiri dari dua serat optik multimode dengan
sekrup-on konektor untuk plug ke transceiver dipasang pada kaleng logam
dipasang ke backplane pemasangan kabel di kedua ujungnya. CMS waktu menerima
multiplexing sinyal pada serat menerima, dan mengirim mereka ke tempat tujuan
sesuai SM di kirim serat.
Sangat Compact Digital Exchange
The VCDX (Very Compact Digital eXchange) telah dipasarkan ke perusahaan
telepon kecil dan digunakan dalam beberapa hal sebagai PBX besar. Ini terdiri
dari satu Switching Modul, tidak punya Communications Modul, dan menggunakan Sun Microsystems Workstation sebagai Modul
Administrasi.
Signaling
The 5ESS memiliki dua sinyal yang berbeda arsitektur Common Network Interface (CNI) Ring dan Packet Switch Unit
(PSU).
Operasi, Administrasi, Maintenance, dan Provisioning
Sistem ini dikelola melalui bermacam-macam teletip "Saluran"
(juga disebut sistem konsol) Seperti saluran dan Pemeliharaan TEST saluran. Biasanya provisioning dilakukan dengan menggunakan
salah satu dari dua metode - sebuah antarmuka baris perintah (CLI) disebut RCV: APPTEXT, dan melalui
menu berbasis RCV: MENU, program APPRC. RCV singkatan Recent Change /
Verifikasi, dan dapat diakses melalui Switching Control Center Sistem. Kebanyakan perintah
layanan Namun, dikelola melalui Perubahan terbaru Pusat Administrasi
Memory (RCMAC).
Telekomunikasi Dasar, Bab 4A: Fundamentals of
Switching
# 1ESS
Pada tahun 1968 AT & T memperkenalkan keluarga baru switch disebut
Electronic Switching Systems (ESS). Switch ini berbeda dari para pendahulu
mereka dalam beberapa cara: Stored Program Control (SPC) merupakan software
yang dapat meningkatkan fleksibilitas dalam membuat perubahan ke switch.
Penggunaan rasio konsentrasi yang fleksibel yang memungkinkan seorang desainer
untuk mengubah rasio konsentrasi saklar berdasarkan kebutuhan. Pengenalan
redundansi dalam komponen utama saklar (secara dramatis meningkatkan keandalan)
Pengantar dari Pusat Kontrol Switching (SCC) yang memungkinkan untuk pemantauan
dan pemeliharaan otomatis kemampuan dari lokasi terpencil. Kemampuan melayani
60.000 pengguna akhir
Fitur-fitur
Diperkenalkan oleh AT & T hanya beberapa tahun kemudian, telah beralih
# lAESS terlampir tambahan prosesor dan memori yang memungkinkan untuk secara
signifikan fungsionalitas yang lebih canggih seperti: 100.000 baris tambahan
kapasitas diagnosis diri dan terpencil Perangkat Lunak pemeliharaan diri lebih "user
friendly" AMA disediakan dengan cara disk drive dengan tape magnetis
cadangan Selain itu, switch lAESS jejak dari kurang dari 1 / 3 ukuran # KURANG.
Isu-isu yang terkait dengan pelaksanaan Sistem Electronic Switching adalah:
modal awal investasi yang lebih tinggi karena komponen dan sirkuit elektronik
yang diperlukan untuk beralih Pengenalan teknologi yang dibutuhkan abstrak
lompatan yang signifikan dalam mempertahankan keterampilan untuk personil
Kurang saklar teknisi diharuskan mengganti
Pengenalan SCC
Utama komponen perangkat keras dari saklar analog ESS adalah: Line Scanner
Jaringan Bagian Switch (kartu Line, Line dan Batang Terjemahan) Central
Processing Unit (CPU) Selanjutnya, ada persyaratan tambahan: Generic (atau
Operating System) Translations Line / Trunk Sementara Switch Memori Sekarang
mari kita proses panggilan di ESS saklar.
Digital Switches
Banyak RBOCs menggunakan dua vendor utama digital switch: The # 5ESS
beralih diproduksi oleh AT & T yang beralih DMS100 diproduksi oleh Northern
Telecom Inc (NTI). Pada tingkat ikhtisar ini mirip switch memiliki komponen dan
karakteristik operasi. Gambar
menggambarkan komponen-komponen utama dari sebuah 5ESS saklar.
- Administrasi Module (PM)
- Communications Module (CM)
- Remote Switch Module (RSM)
- Switch Module (SM)
- Main Memory (MM)
- Input / Output (I / O)
- Sisa Multiplex Switch Unit (TMSU) Kelebihan switch digital adalah: - Call
pengolahan dilaksanakan di nanodetik (1 / 1, 000,000,000 detik)
- A / D & D / A konversi dilakukan di SM.
- Digital switch dengan generik yang sesuai (misalnya, perangkat lunak atau
sistem operasi) yang diperlukan untuk menyediakan remote switch ISDN atau jasa.
- Digital switch dengan upgrade yang tepat diperlukan untuk AIN
- Digital switch lebih efisien dalam cara mereka mengalokasikan jalur
melalui saklar, virtual (slot waktu vs fisik).
- Digital switch dengan yang sesuai hardware / software yang dapat
mengurangi D-Bank di Kantor Pusat.
Administrasi Modul
Tiga potong dasar Modul Administrasi hanya seperti komputer.
1) Central Processor (CP) Proses program yang disimpan dari Main Memory
untuk menyelesaikan proses untuk memanggil fungsi-fungsi administrasi. Ada dua
3B20 komputer. Ini menyediakan duplikasi penuh Processor Tengah.
2) Main Memory (MM) Penyimpanan panggilan program pengolah (Generic
program), sementara informasi untuk fungsi administrasi (Parameter dan
Registers), Line, Batang dan Routing Translations. Memori Utama sepenuhnya
diduplikasi.
3) Input / Output (VO) Menyediakan kontrol input dan output beralih ke perangkat
yang menyimpan informasi penagihan, pemeliharaan fungsi, dan status informasi
untuk semua peralatan dalam switch. Ini hanya beberapa fungsi Input dan Output.
Modul komunikasi Fungsi utama dari CM adalah untuk antarmuka antara PM dan SMS.
Beberapa fungsi dari CM adalah:
- -Switches
Subscriber Lalu Lintas (Data Sisa Slots) antara SMS. --
- Switches Pesan
(Control Sisa Slots) antara PM dan SMS. --
- Sistem menyediakan
Sinkronisasi. --
- Rumah yang TMSU.
(Sisa Multiplex Switch Unit)
Switch Modul, Remote Switch Modul
Switch Module (SM), atau Remote Switch Module (RSM) adalah hubungan antara
saklar dan dunia. Berisi baris pelanggan kartu yang terhubung (wired) untuk
MDF.
Ada empat jenis sambungan:
Analog Lines - Nasabah atau pelanggan baris.
Digital Lines - layanan Data Digital untuk pelanggan, Subscriber Loop
Carrier dan ISDN.
Analog Trunks - Komunikasi ke Analog beralih, atau pelanggan beralih analog
/ PBX.
Digital Trunks - Komunikasi path ke switch digital lain. Analog switch yang
telah mengubah sinyal analog ke sinyal digital. Seorang pelanggan's digital
switch / PBX.
Switch Modul juga memiliki beberapa fungsi umum:
Akses metalik
Karena saklar digital telah menghilangkan metalik jalan, dan hanya
transaksi pada waktunya, masih ada kebutuhan untuk menguji subscriber's loop
(jalan logam) untuk kesinambungan. Metallic layanan akses yang memungkinkan
metalik rangkaian pengujian untuk garis atau batang.
Transmisi Test
Transmisi Pengujian dilakukan pada semua kelompok trunk antar jawatan. Tes
ini memastikan bahwa batang berada pada tingkat layanan transmisi diterima.
Scanner
Perangkat yang digunakan untuk memantau garis dan batang untuk mendeteksi
kondisi OFF-HOOK. Line otomatis Insulation Testing
Tes secara otomatis setiap baris dalam sebuah kantor dari 2 sampai 6.
Tes ini dilakukan dengan bantuan dari rangkaian Akses Metalic. Nada
Decoder
Multi-Frekuensi mendeteksi nada pelanggan's garis dan batang.
Bagaimana Switch Digital Works
untuk representasi diagramatic
modul terpencil dan 5ESS Seperti yang kita lihat dalam Analog saklar, sekali
panggilan itu dalam kondisi stabil, bahwa jalan melalui saklar hanya bisa
menangani satu panggilan. Dalam sebuah digital switch, jalan di dalam switch
dapat menangani banyak panggilan pada satu jalur (serat link), pada
kenyataannya dapat menangani sekitar 512 panggilan pada satu jalur. Link Fiber
ini disebut sebagai Jaringan, Control dan Timing Link (NCT). The NCT berjalan
dari masing-masing SM ke CM. NCT transport the PCM kata-kata yang dihasilkan
oleh DA AD atau proses konversi antara SMS dan CM. Di samping kata PCM, itu
mengangkut Kontrol informasi yang dibutuhkan baik oleh SM, atau CM. Kata-kata
yang PCM dialokasikan pada sebuah Sisa Slot (TS) pada link NCT. Jadi sekarang
jalan kami, setidaknya bagian dari jalan kami, telah menjadi sebuah slot waktu
NCT ini link. Bahkan, untuk menyelesaikan panggilan kita akan membutuhkan dua
slot waktu, satu TS untuk kita berasal, dan satu untuk mengakhiri.
Komponen utama Digital Switch Vendor menggunakan
terminologi yang berbeda ketika mengacu kepada komponen saklar. Kecuali
dinyatakan sebaliknya, AT & T terminologi akan dicetak miring dan NTI
(Northern Telecom Incorporated) terminologi akan digarisbawahi.
Administrasi Module (PM) atau Control Tengah Complex (CCC) Komunikasi
Module (CM) atau Communications Processor (CP) Sisa Multiplexed Switch Unit
(TMSU)
Menyediakan fungsi kontrol untuk saklar; di mana perangkat lunak tinggal
bersama dengan tanggung jawab pengambilan keputusan untuk switch; Central
Processing Unit (CPU) atau prosesor utama adalah sinonim. Mengarahkan lalu
lintas melalui saklar; antarmuka dengan CPU untuk mengumpulkan informasi yang
dibutuhkan untuk pemrosesan panggilan. Melacak slot waktu (saat-saat waktu);
menyediakan koneksi virtual antara waktu slot; switch panggilan. Switch Modul
(SM) * atau Peripheral Module (PM) Mengaktifkan interface dengan pengguna
akhir; melakukan analog ke digital dan digital ke analog konversi. 512 slot
waktu yang tersedia antara masing-masing SM dan TMSU (Sisa Multiplex Switch
Unit)
(Line / Trunk Terjemahan) Generik atau Bulk Ubah Tambahan (BCS) Software
yang menyediakan fungsi kontrol untuk saklar. * Berbagai jenis modul switch
adalah: Switch ISDN Modul dan Remote Switch Modules.
Remote Switches
Remote switch adalah cara menyediakan seIvice digital kepada pelanggan yang
biasanya tidak disajikan dari saklar digital. Hal ini membutuhkan bahwa host
digital (yaitu, 5ESS atau DMS100) berada dalam jarak tertentu dari remote
switch. The central processing unit saklar remote terletak di host.
Yang SM dan CM di lokasi terpencil adalah 95% diri berkelanjutan (dalam
kasus gagal tuan rumah) dan untuk memproses semua panggilan lokal tanpa host.
Saklar remote terhubung ke host beralih di modul saklar remote (RSM). Lintas Pengukuran
Saklar tambahan kemampuan termasuk kemampuan untuk mengumpulkan data
performa jaringan yang mengakibatkan lalu lintas pengukuran. Ada tiga pengukuran lalu lintas utama yang
digunakan dalam jaringan peramalan permintaan.
1. Jam sibuk (BH) adalah satu jam selama 24-jam kerangka waktu yang
memiliki jumlah terbesar panggilan. Ini cenderung menjadi indikator yang sangat
diprediksi permintaan lalu lintas karena hal itu terjadi setiap hari. Jam sibuk
dapat diubah berdasarkan: Jenis pelanggan (versus bisnis perumahan) Geografi
(jenis bisnis tertentu akan mendominasi di daerah-daerah tertentu) Jenis usaha
(pialang saham memiliki jam sibuk yang berbeda dari pelanggan ritel atau hotel)
2. Sibuk Day (s) (BD) adalah hari (atau hari) ketika traficc dapat
diperkirakan tertinggi. Sibuk cenderung kurang diprediksi daripada jam sibuk.
Beberapa pelanggan telah sangat diprediksi sibuk hari; lain tidak. Sibuk hari
merupakan ukuran penting untuk memperhitungkan dengan jam sibuk, karena: jam
yang sibuk yang terjadi pada hari yang sibuk akan jauh lebih sibuk daripada
pengukuran jam sibuk lainnya. Variabel yang sama yang mempengaruhi jam sibuk
juga mempengaruhi sibuk.
3. Sibuk Bulan / Season (BM / S) adalah satu bulan atau musim yang memiliki
volume terbesar panggilan. Sibuk bulan / musim cenderung menjadi yang paling
tidak bisa diprediksi karena: Banyak bisnis tidak memiliki pola diprediksi.
Mereka yang melakukan biasanya harus dipelajari dari waktu ke waktu untuk dapat
memprediksi dengan akurat. Seperti hari sibuk,
yang sibuk jam selama bulan atau musim sibuk dapat memprediksi yang jauh lebih
besar daripada volume panggilan jam sibuk sendiri akan dilakukan.
